You Are Reading

0

BAB 1 : Sosiologi Sebagai Ilmu

Prof.Ivan Friday, November 4, 2011
  • Hakikat Sosiologi :
    1. Charles Ellwood : Pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya
    2. Herbert Spencer : Sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat
    3. Emile Durkheim : Ilmu yang mempelajari fakta sosial : cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang ada diluar individu
    4. Max Weber : Sosiologi mempelajari tindakan sosial
    5. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi : Ilmu yang mempelajari hubungan antarmanusia di dalam kelompok
    6. Soerjono Soekanto : Ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan antar orang dalam kelompok 

    • Sosiologi berasal dari kata socius (latin) : kawan, dan logos (yunani) : kata/berbicara

      • Ilmu sosiologi berarti ilmu yang berbicara tentang masyarakat

        • Objek sosiologi adalah masyarakat

        • Pokok bahasan sosiologi :
          1. Emile Durkheim : Fakta sosial, pola/sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak, berpikir dan merasa yang berada dil luar individu
          2. Max Weber : Tindakan sosial, jika tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain
          3. Wringt Mills : Khayalan sosial, memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri sendiri. Alat untuk melakukan khayalan sosial :
            • Personal Trouble of Milieu : masalah pribadi
            • Public Issues of social structure : masalah public
          4. Peter L. Berger : Realitas sosial, sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkapkan tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tak terduga


            1. Ilmu pengetahuan memiliki beberapa unsur :
              1. Pengerahuan
              2. Sistematis
              3. Menggunakan pemikiran
              4. Dapat diselidiki secara kritis oleh umum
             
              • Ciri sosiologi sebagai ilmu :
                1. Empiris : Didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif, menggunakan akal sehat
                2. Teoritis : Menyusun abstraksi dari hasil observasi
                3. Kumulatif : Didasarkan pada teori sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas dan memperhalus teori lama
                4. Non etis : Menjelaskan fakta-fakta secara analitis

                • Metode sosiologi : Kualitatif dan Kuantitatif

                •  Sejarah perkembangan sosiologi di Eropa :
                  • Berger dan Berger : Sosio menjadi ilmu karena adanya ancaman terhadap tatanan sosial
                  • L. Laeyendecker : Ancaman tersebut adalah :
                    1. 2 revolusi, revolusi industri dan Perancis
                    2. Timbulnya kapitalisme
                    3. Perubahan di bidang sosial dan politik
                    4. Reformasi oleh Martin Luther
                    5. Meningkatnya individualisme
                  • August Comte : Bapak sosiologi, ada 2 perubahan :
                    1. Perubahan positif : demokrasi
                    2. Perubahan negatif : konflik antarkelas
                  • Herbert Spencer : Mempopulerkan sosiologi, bukunya : Principles of Sociology

                • Sejarah perkembangan sosiologi di Indonesia :
                  • Sri Paduka Mangkunegoro IV : Memasukkan unsur tata hubungan manusia pada berbagai golongan yang berbeda, ajaran Wulang Reh
                  • Ki Hajar Dewantara : Peletak dasar pendidikan nasional, konsep : kepemimpinan dan kebangsaan
                  • Snouck Hugronje : Menggunakan pendekatan sosiologi untuk memahami masyarakat Aceh
                  • Soenario Kolopaking : Pertama kali memberikan kuliah sosiologi dalam bahasa Indonesia tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogya
                  • Djody Gondokusumo : Buku sosiologi bahasa Indonesia pertama, Sosiologi Indonesia
                  • Bardosono : Menerbitkan sebuah diktat
                  • Selo Soemardjan : Buku Social Changes in Yogyakarta

                • Kedudukan sosiologi di antara ilm lain :
                  • Politik : Upaya untuk memperoleh, mempertahankan kekuasaan. Sosiologi : Memusatkan perhatiannya pada segi kehidupan yang bersifat umum
                  • Ekonomi : Usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan. Sosiologi : Mempelajari unsur dalam masyarakat secara keseluruhan 
                  • Sejarah : Mempelajari kejadian yang dialami manusia pada masa lampau. Sosiologi : Proses kemasyarakatan yang timbul dari hubungan antarmanusia dalam situasi berbeda
                  • Antropologi : Mempelajari masyarakat primitif. Sosiologi : Mempelajari masyarakat modern
                  • Ilmu pasti : Matematika. Sosiologi : Menggunakan angka-angka matematis

                  • Kegunaan sosiologi :
                    • Untuk pembangunan : Perencanaan : Kebutuhan sosial, Pelaksanaan : Kekuatan sosial, Penelitian : Analisi terhadap dampak sosial pembangunan
                    • Untuk penelitian : Perencanaan/pemecahan masalah sosial

                    • Peran sosiolog :
                      • Sosiolog sebaga ahli riset : Mencari data tentang kehidupan sosial
                      • Sosiolog sebagai konsultan kebijakan : Ramalan sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial
                      • Sosiolog sebagai teknisi : Memberi saran-saran
                      • Sosiolog sebagai guru/pendidik : Dalam menyingkapn suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif

                      • Internalisasi : Keteraturan yang diwariskan ke generasi berikutnya. Eksternalisasi : Perubahan dari luar

                        • Masalah sosial menurut Soerjono Soekanto : Ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan/masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial

                          • Soerjono Soekanto membedakan masalah menjadi 4 :
                            1. Masalah sosial dari faktor ekonomis : Kemiskinan
                            2. Masalah sosial dari faktor biologis : Penyakit menular
                            3. Masalah sosial dari faktor psikologis : Bunuh diri
                            4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan : Kenakalan remaja

                            • Masalah sosial terjadi karena : Perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan

                              • Sumber masalah sosial : Proses-proses sosial dan bencana alam

                                • Pihak yang menetapkan masalah sosial : Sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan lebih besar dari yang lain. Co : Pemerintah, tokoh masyarakat dewan

                                  • Masalah sosial nyata : Masalah sosial timbul akbiat terjadinya kepincangan-kepincangan yang disebabkan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Umumnya berusaha dihilangkan

                                    • Masalah sosial laten : Masalah sosial yang ada dalam masyarakat tapi tidak diakui sebagai masalah, disebabkan tidakberdayaan masyarakat untuk mengatasinya. Co : Korupsi

                                      • Contoh masalah sosial :
                                        1. Kemiskinan
                                        2. Kejahatan
                                        3. Disorganisasi keluarga
                                        4. Masalah generasi muda dalam masyarakat modern
                                        5. Peperangan
                                        6. Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat

                                      0 comments:

                                      Post a Comment