You Are Reading

1

BAB 3 : Interaksi Sosial

Prof.Ivan Wednesday, November 16, 2011
  •  Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antara individu & individu, antara individu & kelompok, dan antara kelompok & kelompok

  • Gillin mengartikan interaksi sosial sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, individu & kelompok, atau antarkelompok 

    • Charles P.  Loomis, ciri interaksi sosial :
      1. Jumlah pelaku 2 orang/lebih
      2. Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol/lambang
      3. Masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang
      4. Adanya tujuan yang hendak dicapai sebagai hasil dari interaksi tersebut 


      1. Syarat terjadinya interaksi sosial menurut soerjono soekanto
        1. Kontak sosial :
          • Positif : Kerjasama
          • Negatif : Konflik
          • Kontak sosial primer : Para peserta interaksi bertemu muka secara langsung
          • Kontak sosial sekunder : Interaksi berlangsung melalui perantara (orang ketiga)
        2. Komunikasi :
          • Kegiatan saling menafsirkan perilaku (pembicaraan, gerakan-gerakan fisik, atau sikap) dan perasaan-perasaan yang disampaikan
          • 5 unsur pokok dalam komunikasi :
            1. Komunikator : Orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada orang lain
            2. Komunikan : Orang/sekelompok orang yang dikirimi pesan, perasaan, atau pikiran
            3. Pesan : Sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Berupa informasi, instuksi, atau perasaan
            4. Media : Alat untuk menyampaikan informasi. Berupa lisan, tulisan, gambar, atau film
            5. Efek : Perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator
          • 3 tahap penting dalam proses komunikasi :
            1. Encoding : Gagasan/program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat/gambar
            2. Penyampaian : Istilah/gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Berupa lisan, tulisan, atau keduanya
            3. Decoding : Mencerna & memahami kalimatserta gambar yang diterima menuut pengalaman yang dimiliki


      • Untuk mempelajari interaksi sosial, sosiolog menggunakan pendekatan yang dikenal dengan perspektif interaksionis. Salah satu pendekatannya adalah interaksionisme simbolik : Menggunakan simbol-simbol (sesuatu yang diberi nilai & makna oleh penggunanya) dalam interaksi


      • Herbert Blumer, 3 pokok pikiran interaksionisme simbolik :
        1. Act : Bertindak
        2. Thing : Terhadap sesuatu
        3. Meaning : Arti/makna
        Contoh : Tindakan (act) orang Hindu di India terhadap sapi (thing), berbeda dengan tindakan orang Islam terhadap sapi. Karena makna sapi (meaning) bagi kedua orang itu berbeda

      • Goffman membedakan ekspresi menjadi 2 :
        1. Ekspresi yang diberikan : Pernyataan yang dimaksud untuk memberi kesan atau informasi sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku atau pernyataan itu memang biasa dilakukan
        2. Ekspresi yang dilepaskan : Pernyataan yang mengandung informasi, yang menurut orang lain memunculkan ciri tertentu dari si pembuat ekspresi

      • Faktor-faktor pendorong interaksi sosial :
        1. Imitasi : Suatu tindakan meniru orang lain. Syarat mengimitasi : adanya minat/perhatian terhadap objek/subjek yang akan ditiru. Co : Gaya bicara, tingkah laku, adat, dan kebiasaan
        2. Sugesti : Seseorang memberi pandangan/sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain.
        3. Identifikasi : Kecenderungan/keinginan seseorang untuk sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Sifatnya lebih mendalam dibandingkan imitasi karena dalam proses identifikasi, kepribadian seseorang bisa dibentuk. Co : Seorang anak yang mengidolakan ayahnya, ia berusaha mengidentifikasi dirinya seperti ayahnya
        4. Simpati : Proses dimana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Orang merasa dirinya seolah-olah berada dalam keadaan orang lain dan merasakan apa yang dialami, dipikirkan, atau dirasakan orang lain tersebut. Co : Tetangga sedang tertimpa musibah, kita ikut merasakan kesedihannya dan berusaha membantu
        5. Empati : Simpati mendalam yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang. Co : Seorang ibu akan merasa kesepian ketika ditinggal anaknya sekolah di luar kota, ia selalu rindu dan memikirkan anaknya tersebut sehingga ia jatuh sakit
        Simpati, empati, dan identifikasi lebih dalam pengaruhnya, namun prosesnya agak lambat. Sugesti dan imitasi pengaruhnya kurang mendalam, namun prosesnya berlangsung cepat

      • Aturan dalam interaksi sosial :
        1. Aturan mengenai ruang : Menurut Hall, dalam interaksi sosial, orang cenderung menggunakan 4 macam jarak :
          • Jarak intim (0-45 cm), terjadi keterlibatan intensif pancaindera dengan tubuh orang lain. Co : 2 orang yang melakukan olah raga sumo/gulat
          • Jarak pribadi (45 cm-1,22 m), interaksi antara orang yang berhubungan dekat. Co : Ibu dan anak
          • Jarak sosial (1,22-3,66 m), secara wajar & tidak saling menyentuh. Co : Interaksi dalam pertemuan santai dengan teman, guru, dan sebagainya
          • Jarak publik (di atas 3,66 m), orang yang harus tampil di depan umum. Co : Politisi dan aktor
        2. Aturan mengenai waktu : Waktu juga dapat megatur interaksi. Co : Di masyaraakat ang kurang disiplin sering dijumpai ketiadaan orientasi waktu (jam karet).
        3. Aturan mengenai gerak tubuh : Komunikasi nonverbal (tanpa menggunakan bahasa lisan dan tulisan) merupakan bentuk komunikasi pertama bagi manusia


      • Karl dan Yoels, 7 sumber informasi dalam interaksi :
        1. Warna kulit : Ciri yang dibawa sejak lahir menentukan interaksi terutama pada masyarakat yangs sehari-harinya berada di lingkungan yang diskriminatif. Co : Di negara Afsel pada era apartheid, orang kulit putih tidak mau berinteraksi dengan orang kulit hitam
        2. Usia : Cara berinteraksi dengan orang yang lebih tua berbeda dengan yang sebaya, atau dengan yang lebih muda
        3. Jenis kelamin : Laki-laki membicarakan tentang sepak bola, sementara perempuan membicarakan tentang kosmetik
        4. Penampilan fisik : Orang yang berpenampilan menarik cenderung lebih mudah mendapatkan pasangan daripada orang dengan penampilan kurang menarik
        5. Bentuk tubuh : Wells dan Siegal, orang cenderung menganggap bahwa terdapat kaitan antara bentuk tubuh dnegan sifat seseorang :
          1. Endomorph (bulat, gemuk) : Tenang, santai, dan pemaaf
          2. Mesomorph (atletis, berotot) : Sifat dominan, yakin, dan aktif
          3. Ectomorph (tinggi, kurus) : Tegang, dan pemalu
        6. Pakaian
        7. Wacana

      • Tahapan pendekatan hubungan dalam interaksi sosial : Tahap memulai, menjajaki, meningkatkan, menyatupadukan, dan mempertalikan

      • Tahap yang merenggangkan : Tahap membeda-bedakan, membatasi, memacetkan, menghindari, dan memutuskan

      • Status dan peranan individu dalam interaksi sosial :
        1. Kedudukan :
          • Tempat seseorang dalam satu pola tertentu. Seseorang bisa mempunyai beberapa kedudukan karena memiliki beberapa pola kehidupan
          • Ralph Linton, 3 macam cara memperoleh status :
            1. Ascribed status : Status seseorang yang dicapai dengan sendirinya tanpa memperhatikan perbedaan rohaniah dan kemampuan, dapat diperoleh sejak lahir. Co : Anak yang lagir dari keluarga bangsawan, dengan sendirinya langsung memperoleh status bangsawan
            2. Achieved status : Status yanh diperoleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja, tergantung kemampuan individu, dan terbuka bagi siapa saja. Co : Setiap orang dapat menjadi hakim asalkan dapat memenuhi kriterianya
            3. Assigned status : Status yang diperoleh dari pemberian pihak lain. Mempunyai hubungan erat dengan achieved status. Co : Gelar pahlawan revolusi
          • Konflik status : Konflik batin yang dialami seseorang sebagai akibat adanya beberapa status yang dimilikinya yang saling bertentangan. Co : Ibu Hermin seorang guru yang harus ke sekolah tiap hari kerja, tapi dia juga seorang ibu rumah tangga yang harus merawat anak-anaknya. Dia bingung untuk memilih jadi ibu rumah tangga saja atau guru saja
        2. Peranan sosial :
          • Perilaku yang diharapkan sesuai dengan status yang dimilikinya
          • Contoh konflik peranan : Sebagai ketua PKK, Ibu Hermin harus menghadiri rapat, namun pada saat yang bersamaan, ia harus mengantarkan anaknya ke rumah sakit

      • Untuk mengukur akrab tidaknya seseorang, digunakan sosiometri :
        1. Makin sering seseorang bergaul dengan orang lain, hubungannya akan semakin baik, dan sebaliknya. Sering tidaknya seseorang bergaul disebut frekuensi dalam pergaulan
        2. Dari intim tidaknya seseorang dalam bergaul dapat diketahui intensitas pergaulannya. Banyak sedikitnya teman bergaul seseorang dai masyarakat disebut popularitas
        3. Memilih atau menolak siapa yang akan dijadikan teman disebut tindakan pemilihan

      • Keteraturan sosial : Setiap individu melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan peranan yang dimilikinya, sesuai nilai dan norma. Konflik sosial : Individu tidak melaksanakan hak dan kewajibannya kepada orang lain

      • Menurut proses terbentuknya, keteraturan sosial terjadi melalui tahap-tahap :
        1. Tertib sosial : Kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur, dimana individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya
        2. Order : Sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat
        3. Keajegan : Kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah
        4. Pola : Corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok

      • Bentuk-bentuk interaksi sosial menurut gillin yaitu : asosiatif dan disasosiatif

      • Interaksi sosial yang bersifat asosiatif :
        1. Kerja sama :
          • Kerukunan : Gotong royong
          • Bergaining : Pelaksanaan perjanjian pertukaran barang & jasa antara 2 organisasi/lebih
          • Kooptasi : Proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan & pelaksanaan politik organisasi
          • Koalisi : Kombinasi antara 2 organisasi/lebih yang mempunyai tujuan sama. Dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil sebab kedua organisasi memiliki struktur tersendiri
          • Joint-venture : Kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu
        2. Akomodasi :
          • Koersi : Akomodasi melalui paksaan secara fisik
          • Kompromi : Akomodasi dimana pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian
          • Arbitrasi : Cara untuk mencapai kompromi melalui pihak ketiga, sebab pihak yang bertikai tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Pihak ketiga dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berwenang
          • Mediasi : Mirip dengan arbitrasi, hanya saja pihak ketiganya netral, sebagai penasihat yang mengusahakan jalan damai, tetapi tidak memiliki wewenang dalam mengambil keputusan
          • Konsiliasi : Usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan
          • Toleransi : Akomodasi yang terjadinya tanpa persetujuan yang sifatnya formal. Timbul secara tidak sadar dan spontan akibat reaksi alamiah individu/kelompok yang ingin menghindari perselisihan
          • Stalemate : Pihak yang bertingkai memiliki kekuatan yang seimbang hingga pada akhirnya pertikaian tersebut berhenti pada titik tertentu
          • Ajudikasi : Menyelesaikan masalah melalui pengadilan
          • Segresi : Masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindari dalam rangka mengurangi ketegangan
          • Eliminasi : Pengunduran diri slaah satu pihak karena mengalah
          • Subjugation/domination : Pihak yang memiliki kekuatan besar untuk meminta pihak lain menaatinya
          • Keputusan mayoritas : Keputusan diambil berdarkan suara terbanyak
          • Minority consent : Golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan, tapi dapat melakukan kegiatan bersama
          • Konversi : Penyelesaian konflik di mana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain
          • Gencatan senjata : Penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu
        3. Asimilasi : Usaha mengurangi perbedaan antarindividu/antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama
        4. Akulturasi : Berpadunya 2 kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing

      • Interaksi sosial yang bersifat disosiatif :
        1. Persaingan : Perjuangan berbagai pihak untuk mencapai suatu tujuan tertentu
        2. Kontravensi : Bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan. Ditandai oleh ketidakpuasan dan ketidak pastian mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, atau kebencian dan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Bersifat rahasia
        3. Pertentangan/konflik : Perjuangan individu/kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Disertai ancaman dan kekerasan

      1 comments:

      Reno Rasiwara said...

      kita juga punya nih artikel mengenai 'Interaksi Sosial', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
      http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1393/1/11207518.pdf
      trimakasih
      semoga bermanfaat

      Post a Comment