You Are Reading

10

Rangkuman Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

Ivan Devara Saturday, February 4, 2012
  • Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat

  • Kata para ahli hukum tentang sosialisasi :
    • Menurut Peter L. Berger, sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota yang dapat berpartisipasi di dalam masyarakat
    • Menurut David Gaslin, sosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma-norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota kelompok

  • Contoh nilai dan norma sosial dalam sosialisasi :
    • Nilai dan norma dalam masyarakat feodal menuntut seseorang untuk tunduk dan patuh kepada otrang yang lebih tua. Pola sosialisasi bersifat represif (paksaan), proses belajar anak adalah pasif
    • Dalam masyarakat yang demokratis nilai dan norma sosial yang berlaku adalah kesamaan derajat. Pola sosialisasi cenderung partisipatoris. Anak berperan aktif untuk belajar membentuk diri, sesuai dengan refleksi dirinya terhadap orang-orang disekitarnya

  • Contoh kasus individu yang tidak mendapatkan sosialisasi
    • Kingsley Davis mengisahkan Anna dan Isabella yang sejak bayi sampai berumur 5 tahun, dikurung oleh kakek dan ibunya yang tuli bisu. Mereka bersikap apatis dan acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar mereka. Anna akhirnya meninggal karena hilangnya semangat hidup. Isabella setelah 2 tahun dirawat secara intensif, akhirnya bisa hidup secara normal dan mulai bersekolah
    • Curtis dan Pines mengisahkan gadis berusia 13 tahun yang bernama Genie. Dia disekap ayahnya sejak umur 2 tahun. Kondisi awalnya sama dengan Anna dan Isabella. Walaupun mengalami kemajuan setelah dirawat secara intensif, ia tidak berkembang pada tahap yang seharusnya dialami anak-anak seusianya

  • Menurut Yinger, Kepribadian adalah keseluruhan perilaku seseorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.
    • Sistem kecenderungan : Setiap orang mempunyai cara berperilaku yang khas, seperti sikap, bakat, adat, kecakapan, kebiasaan, dan tindakan yang sama setiap hari
    • Serangkaian situasi : Perilaku merupakan produk gabungan dari kecenderungan perilaku yang dihadapi seseorang
    • Contoh : Andi berbohong pada orang tuanya untuk menutupi nilai ulangannya yang jelek. Karena ortunya percaya, lain wakti ia berbohong lagi

  • Menurut George Herbert Mead dalam bukunya Mind, Self, and Society, ketika manusia lahir ia belum mempunyai diri (self). Diri manusia berkembang tahap demi tahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. Role taking (pengambilan peran). 3 tahap perkembangan diri manusia :
    1. Play stage, anak kecil mulai belajar mengambil peran orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia meniru peran orang yang berinteraksi dengannya. Contoh : Anak kecil bermain menjadi polisi atau menjadi dokter
    2. Game stage, anak tidak hanya mengetahui peran yang harus dijalankannya, tetapi telah mengetahui peran yang dijalankan orang lain yang berinteraksi dengannya. Anak sudah menyadari peran yang dijalankan orang lain. Contoh : Dalam bermain bola ia menyadari adanya peranan sebagai pemain, kiper wasit dan penjaga garis
    3. Generalized others, anak telah mampu mengambil peran-peran orang lain yang lebih luas, tidak sekedar orang terdekatnya. Contoh : Sebagai siswa ia memahai peran guru

  • Menurut Charles Horton Cooley, diri seseorang memantulkan apa yang dirasakan sebagai tanggapan masyarakat terhadapnya. Diri seseorang yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain disebut Cooley sebagai looking-glass self. Looking-glass self terbentuk melalui 3 tahap :
    1. Seseorang membayangkan bagaimana perilaku atau tindakannya tampak bagi orang lain
    2. Seseorang membayangkan bagaimana orang lain menilai perilaku atau tindakan tersebut
    3. Seseorang membangun konsepsi tentang dirinya berdasarkan asumsi penilaian orang lain terhadap dirinya itu
  • Contoh : Siswa beberapa kali mendapatkan nilai kurang untuk mata pelajaran mat. Ia dimarahi gurunya. Oleh karena itu, ia merasa gurunya menganggap ia bodoh. ANggapan itu mempengaruhi pandangan siswa tersebut terhadap dirinya sendiri

  • Tujuan sosialisasi :
    1. Membekali seseorang dengan keterampilan tertentu
    2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif
    3. Mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan mawas diri yang tepat
    4. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat

  • Faktor-faktor pembentukan kepribadian :
    1. Warisan biologis (keturunan) :
      • Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Lunt, karakteristik fisik tertentu menjadi suatu faktor dalam perkembangan kepribadian sesuai dengan bagaimana ia didefinisikan dan diperlakukan dalam masyarakat dan oleh kelompok acuan seseorang. Contoh : Orang bertubuh tegap diharapkan memimpin dan dibenarkan bersikap seperti pemimpin, sehingga mereka bertindak seperti pemimpin, orang cenderungan berperilaku seperti yang diharapkan oleh orang lain
      • Warisan biologis juga berhubungan dengan gen orang tuanya, seperti golongan darah, jenis penyakit tertentu seperti diabetes, alergi, jantung koroner dll
    2. Lingkungan fisik (geografis) : Perbedaan perilaku kelompok disebabkan oleh perbedaan iklim , topografi (permukaan atau relief bumi), dan sumber alam. Contoh :
      • Suku Ik tinggal di daerah kering, miskin, dan mengalami kepalaparan, kepribadian mereka tamak, rakus, tidak ramah, tidak suka menolong
      • Kondisi ini berbeda dengan bangsa Samoa yang hanya memerlukan sedikit waktu setiap harinya untuk mendapatkan banyak makanan
    3. Kebudayaan : Keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, baik berupa gagasan, aktivitas, dan hasil dari aktivitas manusia yang digunakan untuk memahami lingkungan dan pengalamannya, serta dijadikan pedoman hidup anggota masyarakat. Contoh : Budaya bahari merupakan keseluruhan gagasan aktivitas dan hasil dari aktivitas masyarakat yang hidupnya tergantung dari sumber daya kelautan
    4. Pengalaman kelompok : Seorang anak kurang diperhatikan oleh keluarganya, anak itu menjadi nakal karena merasa dirinya tidak dicintai. Ia akan bergabung dengan kelompok yang mempunyai standar perilaku yangs sesuai dengannya. Sebaliknya, anak yang berperilaku baik akan mengelompokkan dirinya dengan anak yang baik juga
    5. Pengalaman unik : Menurut Paul B. Horton, pengalaman unik mengandung pengertian bahwa tidak seorangpun mengalami serangkaian pengalaman yang persis sama satu sama lainnya. Contoh : Ada 2 gadis cantik dalam 1 keluarga, gadis A lebih percaya diri karena orang tuanya dan keluarganya berpendapat bahwa dia cantik. Berbeda dengan gadis B yang kurang percaya diri katena orang tuanya memperlakukannya seperti anak yang kurang menarik

  • Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi

  • 4 agen sosialisasi utama :
    1. Keluarga :
      • Peran agen sosialisasi pada tahap awal  (primer) sangat penting. pentingnya keluarga sebagai  agen sosialisasi pertama terletak pada beberapa kemampuan yang diajarkan dalam tahap ini. Seorang bayi akan belajar berkomunikasi secara verbal dan non vebal pada tahap ini
      • Melalui interaksi dalam keluarga, anak mempelajari pola perilaku, sikap, keyakinan cita-cita, dan nilai dalam keluarga dan masyarakat
      • Contoh : Pola perilaku dam sikap anggota keluarga yang cenderung disiplin akan musah terinternalisasi dalam diri seorang anak sehingga menjadikannya selalu bersikap disiplin
    2. Kelompok sebaya atau sepermainan :
      • Pada tahap ini, anak memasuki game stage, fase dimana ia mulai mempelajari berbagai aturan tentang peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat. Dengan bermain, ia mulai mengenal nilai-nilai keadilan, kebenaran, toleransi, atau solidaritas
      • Contoh : Bermain dengan teman tidak boleh curang atau mau menang sendiri. Apabila curang dan mau menang sendiri, maka teman-temannya tidak akan mau lagi bermain dengannya
    3. Sekolah :
      • Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari anak di sekolah disamping membaca, menulis, berhitung adalah aturan mengenai kemandirian, prestasi, universalisme, dan spesifitas
      • Mandiri – Di rumah : Anak dapat mengharapkan bantuan dari orang tuanya. Di sekolah : Sebagian besar tugasnya harus dilakukan sendiridengan penuh rasa tanggung jawab
      • Prestasi – Di rumah : Peranan seorang anak terkait dengan peranan-peranan yang dimilikinya, seperti peranan sebagai adik atau kakak. Di sekolah : Peranan yang menonjol adalah peranan yang diraih dengan menunjukkan prestasi
      • Universalisme – Di rumah : Anak cenderung mendapatkan perlakuan khusus. Di sekolah : Siswa mendapatkan perlakuan yang sama (universalisme)
      • Spesifitas – Di sekolah : Kegiatan siswa dan penilaian dibatasi secara spesifik, contoh : kekeliruan yang dilakukan siswa dalam pelajaran mat tidak mempengaruhi penilaian gurunya pada pelajaran bahasa Indonesia. Di rumah : Kegiatan anak dan penilaian terhadapnya tidak dilakukan secara spesifik seperti di sekolah
    4. Media massa :
      • Bentuk komunikasi dan rekreasi yang menjangkau sejumlah besar orang
      • Minat anak-anak terhadap siaran televisi membuat media ini begitu dominan dalam proses sosialisasi
      • Contoh : Penayangan film-film keras dan brutal melalui televisi dapat menimbulkan perilaku yang keras pada anak

  • Bentuk sosialisasi :
    1. Sosialisasi primer : Sosialisasi pada tahap-tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia. Sosialisasi pertama yang dialami individu semasa kecil, dimana ia belajar menjadi anggota masyarakat, dipelajari dalam keluarga
    2. Sosialisasi sekunder : Proses berikutnya yang memperkenalkan individu pada lingkungan di luar keluarganya, seperti sekolah, lingkungan bermian, dan lingkungan kerja

  • Proses resosialisasi/proses penyosialisasian ulang terjadi apabila sesuatu yang telah dipelajari dalam tahap sosialisasi primer berbeda dengan yang dilakukan dalam sosialisasi sekunder. Proses resosialisasi didahului dengan proses desosialisasi/proses pencabutan dari apa yang telah dimiliki oleh individu seperti nilai dan norma

  • Tipe sosialisasi :
    1. Formal : Sosialisasi terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer
    2. Informal : Sosialisasi terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat

  • Pola sosialisasi :
    1. Sosialisasi represif : Penggunaan hukuman terhadap kesalahan, penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan, penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan peran keluarga sebagai significant others
    2. Sosialisasi partisipatoris : Anak diberi imbalan ketika berperilaku baik, hukuman dan imbalan bersifat simbolik, pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak, dan keluarga menjadi generalized others

10 comments:

Anonymous said...

Thanks for artikelnya kang/teh :)
sangat membantu (melengkapi yang tidak ada dibuku sekolah) ..

Anonymous said...

Sankyu Gan ..
Sangat bermanfaat ilmunya hehehe ^_^

Anonymous said...

baguus
tp maaf mau tanya kalo boleh tau buku apa yang di pakai meringkas (judul pengarang nya, tahun, penerbit)
terimakasi inponya
say tunggu balasannya yaa....kilaat...hihi:)

unyuk-unyuk said...

thank eaaa atas artikelnya..................

unyuk-unyuk said...

thanks eaa atas artikelnya

capcyuzzt unyuk-unyuk said...

thankss ea atas artikelnya. em tp leh tnya niyy eaa apa contoh dari pola sosialisasi

answer ea q tunggu jwaan nya wk wk wk,,,

regendruppel said...

mohon referensinya..
trims.

Beach Sunset said...

Terimakasih banyak, ilmunya timeless, msh bermanfaat smp skrng :)

Unknown said...

Gila panjang tpi bagusss makasih atas artikelnya hehe

Unknown said...

Terimakasih banyak, sangat membantu. 🙏🙏🙏

 
Copyright 2010 Ringkasan Mata Pelajaran