You Are Reading

0

Puisi baru

Prof.Ivan Tuesday, December 27, 2011
  • Puisi baru memiliki bentuk yanglebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

  • Ciri-ciri Puisi Baru :
    1. Bentuknya rapi, simetris
    2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
    3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
    4. Sebagian besar puisi empat seuntai
    5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
    6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata

  • Jenis-jenis Puisi Baru :
    1. Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
      • Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
      • Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
      • Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
      • Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
      • Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
      • Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
      • Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
    2. Menurut bentuknya, puisi dibedakan atas :
      • Distikon
      • Terzina
      • Quatrain
      • Quint
      • Sektet
      • Septime
      • Oktaf/Stanza
      • Soneta

  • Contoh jenis puisi menurut isinya :
    a) BALADA
    Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Aeorang Pemberontak”
    b) HYMNE
    Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
    Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
    Menggeliat derita pada lekuk dan liku
    bawah sayatan khianat dan dusta.
    Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
    menitikkan darah dari tangan dan kaki
    dari mahkota duri dan membulan paku
    Yang dikarati oleh dosa manusia.
    Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
    dunia kehilangan sumber kasih
    Besarlah mereka yang dalam nestapa
    mengenal-Mu tersalib di datam hati.
    c) ODE
    Generasi Sekarang
    Di atas puncak gunung fantasi
    Berdiri aku, dan dari sana
    Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
    Generasi sekarang di panjang masa
    Menciptakan kemegahan baru
    Pantoen keindahan Indonesia
    Yang jadi kenang-kenangan
    Pada zaman dalam dunia
    (Asmara Hadi)
    d) EPIGRAM
    Hari ini tak ada tempat berdiri
    Sikap lamban berarti mati
    Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
    Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
    (Iqbal)
    e) ELEGI
    Senja di Pelabuhan Kecil
    Ini kali tidak ada yang mencari cinta
    di antara gudang, rumah tua, pada cerita
    tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
    menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
    menyinggung muram, desir hari lari berenang
    menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
    dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
    Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
    menyisir semenanjung, masih pengap harap
    sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
    dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
    (Chairil Anwar)
    f) SATIRE
    Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku
    membentur jidad penyair-penyair salon,
    yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
    sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya,
    dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
    (Rendra)


  • Contoh jenis puisi dari bentuknya :
    a) DISTIKON
    Contoh :
    Berkali kita gagal
    Ulangi lagi dan cari akal
    Berkali-kali kita jatuh
    Kembali berdiri jangan mengeluh
    (Or. Mandank)
    b) TERZINA
    Contoh :
    Dalam ribaan bahagia datang
    Tersenyum bagai kencana
    Mengharum bagai cendana
    Dalam bah’gia cinta tiba melayang
    Bersinar bagai matahari
    Mewarna bagaikan sari
    Dari ; Madah Kelana
    Karya : Sanusi Pane
    c) QUATRAIN
    Contoh :
    Mendatang-datang jua
    Kenangan masa lampau
    Menghilang muncul jua
    Yang dulu sinau silau
    Membayang rupa jua
    Adi kanda lama lalu
    Membuat hati jua
    Layu lipu rindu-sendu
    (A.M. Daeng Myala)
    d) QUINT
    Contoh :
    Hanya Kepada Tuan
    Satu-satu perasaan
    Hanya dapat saya katakan
    Kepada tuan
    Yang pernah merasakan
    Satu-satu kegelisahan
    Yang saya serahkan
    Hanya dapat saya kisahkan
    Kepada tuan
    Yang pernah diresah gelisahkan
    Satu-satu kenyataan
    Yang bisa dirasakan
    Hanya dapat saya nyatakan
    Kepada tuan
    Yang enggan menerima kenyataan
    (Or. Mandank)
    e) SEXTET
    Contoh :
    Merindu Bagia
    Jika hari’lah tengah malam
    Angin berhenti dari bernafas
    Sukma jiwaku rasa tenggelam
    Dalam laut tidak terwatas
    Menangis hati diiris sedih
    (Ipih)
    f) SEPTIMA
    Contoh :
    Indonesia Tumpah Darahku
    Duduk di pantai tanah yang permai
    Tempat gelombang pecah berderai
    Berbuih putih di pasir terderai
    Tampaklah pulau di lautan hijau
    Gunung gemunung bagus rupanya
    Ditimpah air mulia tampaknya
    Tumpah darahku Indonesia namanya
    (Muhammad Yamin)
    g) STANZA ( OCTAV )
    Contoh :
    Awan
    Awan datang melayang perlahan
    Serasa bermimpi, serasa berangan
    Bertambah lama, lupa di diri
    Bertambah halus akhirnya seri
    Dan bentuk menjadi hilang
    Dalam langit biru gemilang
    Demikian jiwaku lenyap sekarang
    Dalam kehidupan teguh tenang
    (Sanusi Pane)
    h) SONETA
    Contoh :
    Gembala
    Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
    Melihat anak berelagu dendang ( b )
    Seorang saja di tengah padang ( b )
    Tiada berbaju buka kepala ( a )
    Beginilah nasib anak gembala ( a )
    Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
    Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
    Pulang ke rumah di senja kala ( a )
    Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
    Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
    Melagukan alam nan molek permai ( a )
    Wahai gembala di segara hijau ( c )
    Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
    Maulah aku menurutkan dikau ( c )
    (Muhammad Yamin)

0 comments:

Post a Comment